LPPM News, 15 Agustus 2023 – Mewujudkan konsep kewirausahaan hijau yang berkelanjutan memerlukan pemahaman mendalam dan dukungan praktis. Dalam semangat itu, seorang dosen dari Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), Titi Rahmawati, S.Sos., M.Si., telah memberikan kontribusi nyata melalui program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penerapan Model Inkubator Bisnis Kewirausahaan Hijau Berbasis Modal Sosial di Desa Cigadung, Banjarharjo.
Dalam acara yang diadakan di balai desa, Titi Rahmawati mempresentasikan konsep dan manfaat dari model inkubator bisnis berbasis modal sosial. Ia membagikan wawasan dan memberikan panduan kepada para peserta, yang terdiri dari warga desa, anggota komunitas, dan para calon wirausaha.
“Model inkubator bisnis ini menggabungkan aspek kewirausahaan dengan prinsip-prinsip ekonomi hijau dan nilai-nilai sosial, menciptakan peluang yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif pada masyarakat,” ujar Titi.
Dalam pengabdian ini, pemateri memfasilitasi diskusi dan lokakarya interaktif. Para peserta diajak untuk berpikir kreatif tentang gagasan bisnis yang ramah lingkungan dan memberikan manfaat sosial, serta mendapatkan panduan tentang cara merancang dan mengembangkan model bisnis berkelanjutan.

Para peserta sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka berbagi ide-ide baru dan bertukar pengalaman tentang potensi bisnis yang dapat dikembangkan di lingkungan mereka.
“Saya merasa terinspirasi oleh model inkubator bisnis ini. Ini memberikan pandangan yang berbeda tentang bagaimana kita dapat memulai bisnis yang berdampak positif pada lingkungan dan masyarakat,” kata salah satu peserta.
Dengan program pengabdian ini, UMUS tidak hanya berperan dalam memberikan pengetahuan, tetapi juga dalam memberikan dukungan praktis yang dapat membantu komunitas menerapkan konsep kewirausahaan hijau dalam aksi nyata. Melalui inkubator bisnis, diharapkan akan lahir inisiatif bisnis yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
“Pengabdian ini adalah bagian dari komitmen kami untuk membantu masyarakat memahami dan menerapkan konsep kewirausahaan hijau, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan dalam lingkungan mereka,” kata Prasetyo Yuli Kurniawan, selaku Kepala LPPM.
Diharapkan, pengabdian seperti ini akan terus memberikan dampak yang berkelanjutan dalam upaya membangun bisnis yang berkelanjutan dan berdaya guna dalam masyarakat.
Baca juga : Game Edukasi Augmented Reality Dosen UMUS: Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Sentuhan Karakter

















