Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia yang berjumlah lebih dari 4.500 memiliki kualitas sumber daya peneliti, infrastruktur, dan pendanaan penelitian yang tidak merata. Merujuk pada data yang disajikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 ditargetkan jumlah sitasi di jurnal internasional sebesar 59.770 pada tahun 2024.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan ada 1 (satu) PT masuk ke dalam Top 200 dunia versi World University Rankings (WUR), 2 (dua) PT masuk dalam Top 300 WUR, dan 3 (tiga) PT masuk dalam Top 500 WUR. Menjawab tantangan tersebut, DRTPM merancang skema yang beragam mulai dari penelitian dasar, terapan, sampai dengan pengembangan guna mewadahi seluruh peneliti dengan berbagai kompetensi dan kualitas.
Baca juga : Kemdikbud Ristek Luncurkan Program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Bangsa)
Penelitian dasar diharapkan mampu meningkatkan kapasitas peneliti serta membangun rekam jejak yang mengarah kepada budaya riset yang unggul. Luaran dari penelitian dasar menjadi daya ungkit menuju skema penelitian terapan maupun pengembangan, serta memperkuat jejaring antar perguruan tinggi.
Selanjutnya, penelitian terapan diharapkan menjadi wahana inkubasi teknologi atau karya monumental untuk dapat dihilirkan/diaplikasikan. Penelitian terapan ini juga mewadahi peningkatan kepakaran peneliti pada bidang keahliannya sehingga dapat menjadi rujukan internasional. Penelitian pengembangan diharapkan mampu membawa teknologi yang telah melalui proses inkubasi menuju proses produksi skala komersial dan bermitra dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI).
Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) menerapkan paradigma kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat problem solving, komprehensif, bermakna, tuntas dan berkelanjutan dengan sasaran yang tidak tunggal dan melibatkan kolaborasi antara dunia pendidikan, masyarakat, pemerintah, dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Pengabdian kepada masyarakat yang merupakan hilirisasi dari produk-produk hasil penelitian di perguruan tinggi harus mampu diterapkan dan memberikan kontribusi bagi masyarakat secara luas. Dalam hal ini DRTPM memfasilitasi bagi insan perguruan tinggi untuk melaksanakan tridarma perguruan tinggi yang salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk menerapkan hasil penelitian dan keunggulan dari perguruan tinggi. Keberlanjutan dari program pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk kemajuan dan kemandirian bangsa dan negara.
Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) sebagai kampus yang aktif dalam mengikuti program dari Kemendikbudristek berhasil meraih hibah penelitian dan pengabdian masyarakat 2023 melalui dosen-dosen yang lolos mengikuti program tersebut, di antaranya yaitu:
| Dosen | Program Studi | Judul Proposal |
| Elinda Umisara | Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia | Pengembangan Game Edukasi Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran Bahasa Inggris Bermuatan Nilai Pendidikan Karakter |
| Muhammad Juwanda | Agribisnis | Pendampingan Aplikasi Kompos Limbah Daun Bawang Merah dalam Upaya Peningkatan Produksi Bawang Merah di Lahan Rendah Bahan Organik Kabupaten Brebes |
| Roni | Akuntansi | PKM Penerapan Metode Activity-Based Costing (ABC) untuk Peningkatan Performa Finansial pada Peternak Puyuh di Kecamatan Bulakamba |
Selamat kepada dosen UMUS peraih hibah Kemendikbudristek 2023, semoga karya yang dihasilkan bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat.

















