LPPM News, Tegal — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) bersama Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal dan Pemerintah Kota Tegal melaksanakan aksi pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan eco-enzim untuk mendukung peningkatan kualitas air di kawasan Sungai Kemiri. Kegiatan yang diselenggarakan pada 5 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Mengusung tema “Kolaborasi Hijau untuk Sungai Bersih dan Lingkungan Berkelanjutan”, kegiatan dipusatkan di kawasan selokan Abdul Syukur di depan PKTJ Kampus 2 yang terhubung langsung dengan aliran Sungai Kemiri. Lokasi tersebut dipilih sebagai salah satu titik strategis dalam upaya menjaga kualitas lingkungan perkotaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi sumber daya air.
Rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., hadir langsung dalam kegiatan tersebut didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D. Kehadiran pimpinan universitas menunjukkan komitmen UMUS dalam mengimplementasikan tridarma perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Dari PKTJ Tegal, kegiatan dihadiri oleh Direktur Bambang Istiyanto, S.SiT., M.T., bersama jajaran pimpinan yang terdiri atas Wakil Direktur I Edi Purwanto, A.TD., M.T., Wakil Direktur II Sugianto, A.TD., M.M., dan Wakil Direktur III Dr. Setya Wijayanta, S.Pd.T., M.T. Sementara itu, Pemerintah Kota Tegal memberikan dukungan melalui kehadiran Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari para pimpinan institusi, dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pemanfaatan eco-enzim sebagai solusi ramah lingkungan dalam pengelolaan kualitas air. Setelah sesi edukasi, seluruh peserta mengikuti aksi bersama berupa penuangan eco-enzim ke aliran Sungai Kemiri dan selokan Abdul Syukur, pembersihan kawasan bantaran sungai, serta penanaman pohon sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan UMUS, sivitas akademika PKTJ Tegal, komunitas peduli lingkungan, relawan, serta masyarakat sekitar. Partisipasi aktif mahasiswa menjadi implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), di mana mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dalam penyelesaian persoalan lingkungan secara langsung di lapangan.
Salah satu materi utama disampaikan oleh Prof. Pranoto, Guru Besar UMUS sekaligus Staf Ahli Rektor, yang selama ini aktif melakukan penelitian mengenai pemanfaatan eco-enzim. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa eco-enzim merupakan hasil fermentasi limbah organik yang memiliki berbagai manfaat ekologis, seperti membantu memperbaiki kualitas air, mengurangi pencemaran lingkungan, serta mendorong pengelolaan sampah organik yang lebih bernilai guna.
Menurut Prof. Pranoto, penerapan eco-enzim tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai gerakan masyarakat yang berbasis pada perubahan perilaku dan kepedulian terhadap lingkungan. Edukasi mengenai pemanfaatan limbah organik menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun budaya hidup yang lebih berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa penyelesaian berbagai persoalan lingkungan memerlukan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Beliau juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran yang bertujuan membangun karakter, meningkatkan kepedulian sosial, serta mengembangkan kemampuan dalam merumuskan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Melalui kolaborasi ini diharapkan lahir berbagai dampak positif yang berkelanjutan, mulai dari meningkatnya kualitas lingkungan di kawasan Sungai Kemiri, tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik menjadi eco-enzim, hingga berkembangnya jejaring kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen Universitas Muhadi Setiabudi dalam mengembangkan budaya kampus yang berorientasi pada keberlanjutan (green campus). Melalui penguatan riset, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor, UMUS terus berupaya menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
