KKN News

Kepedulian Lingkungan Mahasiswa KKN UMUS melalui Aksi Kerja Bakti di Taman Setia Desa Babakangebang

LPPM News, Cirebon — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Tahun 2026 melaksanakan kegiatan kerja bakti bersama Pemerintah Desa Babakangebang dan Karang Taruna sebagai bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (4/7/2026) ini dipusatkan di Taman Setia Desa Babakangebang, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon.

Aksi kerja bakti menjadi salah satu kegiatan awal mahasiswa KKN dalam membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah desa dan masyarakat. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, kegiatan tersebut juga menjadi media untuk memperkuat semangat gotong royong sebagai nilai sosial yang terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebanyak 18 mahasiswa KKN UMUS berpartisipasi dalam kegiatan tersebut bersama Kuwu Desa Babakangebang, Yeni Setiati, perangkat desa, serta perwakilan Karang Taruna Desa Babakangebang. Kolaborasi lintas unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus mengoptimalkan fungsi ruang publik sebagai sarana aktivitas masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembersihan area taman, mulai dari menyapu halaman, memangkas rumput liar, mengumpulkan sampah organik dan anorganik, membersihkan saluran di sekitar taman, hingga merapikan berbagai fasilitas yang tersedia. Melalui kerja sama yang terjalin selama kegiatan berlangsung, kawasan taman yang sebelumnya kurang terawat kembali menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman untuk dimanfaatkan sebagai ruang interaksi masyarakat.

Kuwu Desa Babakangebang, Yeni Setiati, menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa KKN terhadap kebersihan lingkungan desa. Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa program kerja, tetapi juga memberikan teladan melalui aksi nyata yang mampu menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menjaga fasilitas umum.

“Kegiatan seperti ini memiliki makna yang sangat positif karena mampu membangun semangat kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat. Kami berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat terus tumbuh sehingga kebersihan dan kenyamanan fasilitas publik dapat terjaga secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Bagi mahasiswa KKN UMUS, kerja bakti merupakan bagian dari proses adaptasi sosial sekaligus implementasi nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam membangun komunikasi, menjalin kemitraan dengan pemerintah desa, serta memahami pentingnya kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan tema KKN UMUS Tahun 2026, yaitu “Inovasi Berdampak Melalui Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal untuk Mewujudkan Masyarakat Mandiri.” Meskipun dilaksanakan dalam bentuk kerja bakti sederhana, kegiatan ini mencerminkan semangat membangun dampak nyata melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan budaya gotong royong sebagai modal sosial dalam pembangunan desa.

Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, kegiatan kerja bakti diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan ruang publik sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Taman yang terawat tidak hanya memberikan nilai estetika, tetapi juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial, sarana rekreasi, dan tempat berbagai aktivitas masyarakat.

Suasana penuh keakraban dan kebersamaan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa, pemerintah desa, Karang Taruna, dan masyarakat menjadi fondasi awal bagi pelaksanaan berbagai program kerja KKN yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat partisipasi masyarakat sekaligus meningkatkan keberhasilan program-program pemberdayaan yang dirancang oleh mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhadi Setiabudi kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian program kerja, tetapi juga pada pembentukan budaya kolaborasi, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.

← Kembali ke Berita