Uncategorised

Pendampingan Penyusunan Proposal Hibah DPPM 2026 oleh LPPM UMUS

LPPM News, Brebes — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menyelenggarakan Safari Pendampingan Penyusunan Proposal Hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Tahun Anggaran 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diajukan oleh dosen. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi institusi dalam memperkuat budaya riset serta meningkatkan daya saing dosen pada kompetisi hibah nasional.

Safari pendampingan dilaksanakan secara bertahap pada 8–12 Desember 2025 dengan mengunjungi seluruh fakultas di lingkungan Universitas Muhadi Setiabudi. Pendekatan tersebut dipilih agar proses pendampingan dapat berlangsung lebih intensif, interaktif, dan menyesuaikan karakteristik bidang keilmuan masing-masing program studi.

Melalui kegiatan ini, LPPM memberikan asistensi secara komprehensif mulai dari pemahaman kebijakan terbaru program hibah DPPM, pemilihan skema pendanaan yang sesuai, penyusunan substansi proposal, hingga penyelarasan tema penelitian dan pengabdian dengan arah kebijakan riset nasional serta roadmap penelitian Universitas Muhadi Setiabudi.

Pendampingan juga difokuskan pada penguatan aspek kebaruan (novelty), perumusan masalah penelitian, penyusunan metodologi, strategi pencapaian luaran, rencana hilirisasi hasil penelitian, serta penyusunan indikator keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, dosen tidak hanya didorong untuk memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga menghasilkan proposal yang memiliki kualitas ilmiah, relevansi, dan potensi implementasi yang tinggi.

Kepala LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menjelaskan bahwa safari pendampingan merupakan salah satu program pembinaan yang secara rutin dilaksanakan sebagai bentuk komitmen universitas dalam membangun ekosistem penelitian dan pengabdian yang berkualitas.

Menurutnya, proposal yang kompetitif harus mampu menunjukkan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat melalui pendekatan berbasis riset dan inovasi.

“Melalui pendampingan ini, kami ingin memastikan setiap proposal yang diajukan tidak hanya memenuhi aspek teknis sesuai panduan DPPM, tetapi juga memiliki kebaruan, relevansi dengan kebutuhan masyarakat, serta potensi menghasilkan luaran yang berdampak. Pendampingan ini menjadi bagian dari ikhtiar LPPM dalam meningkatkan kualitas riset dan pengabdian dosen secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, para dosen menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan terlibat aktif dalam sesi konsultasi dan diskusi bersama tim pendamping. Berbagai aspek proposal dibahas secara mendalam, mulai dari pemetaan rekam jejak peneliti, penyesuaian topik dengan kompetensi keilmuan, strategi penyusunan anggaran, hingga penyelarasan target luaran dengan indikator penilaian DPPM.

Diskusi yang berlangsung secara intensif memberikan kesempatan bagi para dosen untuk memperoleh masukan konstruktif terhadap proposal yang sedang disusun. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas naskah usulan sehingga lebih kompetitif dalam proses seleksi pendanaan di tingkat nasional.

Kegiatan safari pendampingan juga menjadi wadah untuk memperkuat budaya kolaborasi antarpeneliti lintas program studi. Melalui forum tersebut, dosen dapat bertukar gagasan, mengembangkan jejaring penelitian, serta merancang kolaborasi multidisiplin yang mampu menghasilkan inovasi dengan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

LPPM UMUS berharap program pendampingan ini mampu meningkatkan tidak hanya jumlah proposal yang diajukan, tetapi juga persentase proposal yang berhasil memperoleh pendanaan dari DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung penguatan kapasitas akademik universitas.

Melalui pembinaan yang berkesinambungan, Universitas Muhadi Setiabudi terus berkomitmen membangun budaya riset yang unggul, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan masyarakat. Penguatan kapasitas dosen dalam menghasilkan penelitian dan pengabdian yang inovatif diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah maupun nasional serta memperkuat posisi UMUS sebagai perguruan tinggi yang adaptif, produktif, dan berdampak.

← Kembali ke Berita