News Penelitian

Riset Inovatif Pemanfaatan Limbah Kulit Bawang Merah sebagai Pakan Fungsional Itik Antar Yan El Rizal Raih Doktor

LPPM News, Semarang — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali mencatatkan capaian akademik yang membanggakan melalui keberhasilan salah satu dosennya, Dr. Yan El Rizal Unzilatirrizqi D., S.Si., M.Sc., dalam meraih gelar Doktor pada Program Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Diponegoro (UNDIP). Pada sidang promosi doktor, Dr. Yan berhasil lulus dengan predikat Cumlaude dan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00, sebuah pencapaian yang mencerminkan dedikasi tinggi dalam bidang akademik dan penelitian.

Gelar doktor tersebut diraih melalui disertasi yang mengangkat pemanfaatan limbah kulit bawang merah sebagai bahan baku pakan fungsional untuk itik pedaging. Penelitian ini menawarkan pendekatan inovatif dalam mengoptimalkan limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah yang tidak hanya berkontribusi terhadap pengelolaan lingkungan, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas hasil peternakan.

Sebagai salah satu sentra produksi bawang merah terbesar di Indonesia, Kabupaten Brebes menghasilkan limbah kulit bawang merah dalam jumlah yang cukup besar setiap musim panen. Selama ini, limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan. Melalui penelitian yang dilakukan, Dr. Yan menunjukkan bahwa limbah kulit bawang merah mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid, quercetin, dan antioksidan alami, yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan ternak.

Hasil penelitian membuktikan bahwa penambahan ekstrak kulit bawang merah pada pakan itik mampu memberikan manfaat fisiologis yang signifikan, terutama dalam menurunkan kadar kolesterol pada darah maupun daging itik pedaging. Penelitian juga menemukan bahwa penambahan ekstrak sebesar 5 persen merupakan dosis yang paling efektif dalam menghasilkan manfaat tersebut tanpa mengganggu performa ternak.

Temuan ini memberikan alternatif inovasi bagi sektor peternakan dalam menghasilkan produk pangan hewani yang lebih sehat sekaligus meningkatkan nilai ekonomi limbah pertanian. Selain mendukung efisiensi produksi, pemanfaatan kulit bawang merah juga menjadi bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular melalui pengolahan limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Penelitian tersebut dilaksanakan dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan.

Sidang promosi doktor turut dihadiri pimpinan Universitas Muhadi Setiabudi beserta sejumlah dosen yang memberikan dukungan kepada promovendus. Kehadiran sivitas akademika UMUS mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui penguatan budaya akademik dan pengembangan kapasitas penelitian.

Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Dr. Yan El Rizal. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga memperkuat reputasi UMUS sebagai perguruan tinggi yang terus menghasilkan sumber daya akademik berkualitas dan berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan masyarakat melalui riset.

Ia menambahkan bahwa inovasi yang dihasilkan diharapkan dapat diimplementasikan secara luas, khususnya oleh pelaku usaha peternakan dan UMKM di Kabupaten Brebes. Melalui proses pengolahan yang relatif sederhana, limbah kulit bawang merah berpotensi diubah menjadi bahan pakan bernilai ekonomi sehingga mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mengurangi dampak lingkungan akibat limbah pertanian.

Keberhasilan Dr. Yan El Rizal meraih gelar doktor semakin memperkuat komitmen Universitas Muhadi Setiabudi dalam mengembangkan ekosistem riset yang berorientasi pada pemanfaatan potensi lokal. Melalui penelitian yang inovatif dan aplikatif, UMUS terus mendorong lahirnya solusi ilmiah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah maupun nasional.

← Kembali ke Berita