LPPM News, Brebes — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali mencatatkan prestasi pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), sebanyak 15 proposal dosen UMUS berhasil memperoleh pendanaan dalam Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.
Capaian tersebut ditetapkan melalui Surat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Nomor 94/DST/C/AL.04.02/2026 tentang penerima pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026. Dari total proposal yang dinyatakan lolos, terdiri atas 10 proposal penelitian dan 5 proposal pengabdian kepada masyarakat yang berasal dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan Universitas Muhadi Setiabudi.
Keberhasilan tersebut menunjukkan peningkatan kapasitas akademik dosen UMUS dalam menghasilkan proposal yang kompetitif sekaligus memperkuat komitmen universitas dalam mengembangkan budaya riset yang berkualitas, inovatif, dan memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.
Kepala LPPM UMUS, Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas penelitian dosen melalui penguatan kapasitas peneliti, pendampingan penyusunan proposal, serta pengembangan kolaborasi lintas bidang keilmuan.
Menurutnya, pendanaan yang diperoleh bukan sekadar indikator keberhasilan kompetisi hibah, melainkan menjadi refleksi atas semakin kuatnya budaya akademik di lingkungan UMUS dalam menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah maupun nasional.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dosen-dosen UMUS mampu menghasilkan gagasan penelitian dan pengabdian yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan ilmiah yang berbasis potensi lokal,” ujarnya.
Pada bidang penelitian, berbagai proposal yang memperoleh pendanaan mengangkat tema-tema strategis yang selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Topik penelitian tersebut meliputi pengembangan pangan fungsional berbasis kacang tunggak untuk mendukung penanggulangan malnutrisi balita, pemanfaatan limbah kulit bawang merah Brebes sebagai bahan baku produk nutraseutikal, inovasi media pembelajaran matematika berbasis gamifikasi, integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dengan kearifan lokal dalam pembelajaran, serta pengembangan karbon aktif berbahan limbah pertanian sebagai alternatif teknologi penyediaan air bersih.
Selain itu, sejumlah penelitian juga berfokus pada pengembangan sistem agribisnis sirkular, penguatan pendidikan karakter berbasis teknologi kecerdasan buatan, hingga inovasi pembelajaran berbasis Internet of Things (IoT) dan deep learning. Beragam tema tersebut mencerminkan komitmen dosen UMUS dalam menghasilkan riset multidisiplin yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus berorientasi pada penyelesaian permasalahan riil di masyarakat.
Sementara itu, pada bidang pengabdian kepada masyarakat, lima proposal yang berhasil memperoleh pendanaan diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan berkelanjutan. Program-program tersebut meliputi pelatihan pembuatan filter air bersih bagi masyarakat pesisir, pengembangan pertanian hidroponik berkelanjutan, implementasi Digital Green School sebagai media edukasi lingkungan, inkubasi usaha batik mangrove berbasis konsep zero waste bagi UMKM pesisir, serta pengembangan produk mi basah fungsional berbahan baku bawang merah Brebes sebagai upaya peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah.
Seluruh program dirancang dengan mengedepankan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha sehingga hasil penelitian maupun pengabdian diharapkan mampu memberikan dampak yang berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Lebih lanjut, Prasetyo Yuli Kurniawan menegaskan bahwa capaian tersebut sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak, yang mendorong perguruan tinggi untuk menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia berharap seluruh tim pelaksana mampu mengimplementasikan program secara optimal sehingga luaran yang dihasilkan tidak hanya berupa publikasi ilmiah maupun hak kekayaan intelektual, tetapi juga inovasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat daya saing daerah.
Keberhasilan memperoleh pendanaan 15 proposal pada tahun 2026 menjadi motivasi bagi Universitas Muhadi Setiabudi untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui penguatan ekosistem riset, kolaborasi lintas disiplin, serta pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber inovasi, UMUS berkomitmen memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.
