LPPM News, Tegal — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes mempresentasikan hasil inovasi desa dalam kegiatan Presentasi Hasil Inovasi Desa Mahasiswa KKN yang digelar di Ruang Rapat Loka Bina Cipta Bapperida Kabupaten Tegal, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penyampaian laporan hasil program inovasi desa yang telah dilaksanakan mahasiswa UMUS selama pelaksanaan KKN di Kabupaten Tegal. Berdasarkan surat Bapperida Kabupaten Tegal Nomor 400.14.5.4/659-1/23 tertanggal 28 Agustus 2026, KKN mahasiswa UMUS di Kabupaten Tegal berlangsung pada 30 Juni hingga 8 Agustus 2026.
Presentasi ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperkenalkan berbagai gagasan dan produk inovatif yang dikembangkan selama berada di tengah masyarakat. Inovasi yang dipresentasikan mencakup bidang lingkungan, pangan, literasi, pelestarian cerita lokal, hingga digitalisasi administrasi pemerintahan desa.
Sebanyak 10 hasil inovasi dipresentasikan oleh kelompok mahasiswa KKN, dengan sejumlah inovasi berasal dari Kecamatan Jatinegara, Margasari, dan Pagerbarang.

Beragam Inovasi Berbasis Potensi Desa
Dari Kecamatan Warungpring, mahasiswa menghadirkan inovasi berupa briket arang dari bonggol jagung. Inovasi tersebut memanfaatkan limbah pertanian yang selama ini kurang bernilai menjadi produk yang memiliki potensi pemanfaatan lebih lanjut sebagai sumber bahan bakar alternatif.
Sementara itu, dari Kecamatan Margasari, mahasiswa mempresentasikan sejumlah inovasi yang mengangkat potensi pangan, literasi, kreativitas, serta pengenalan cerita lokal kepada masyarakat dan generasi muda.
Inovasi tersebut meliputi Puding Jagung, Buku Cerita Dongeng “Jajak Petualang Marga dan Sari”, Flip Book “Petualangan Marga dan Sari”, Buku Cerita Bergambar, dan Video Animasi.
Selain itu, terdapat pula Buku Cerita Dongeng Legenda Suradirana serta Buku Bergambar Legenda Suradirana. Kehadiran media cerita dalam berbagai bentuk tersebut menjadi upaya untuk mengemas kisah lokal agar lebih menarik dan mudah dikenalkan kepada anak-anak maupun masyarakat.
Di bidang digitalisasi pelayanan desa, mahasiswa juga menghadirkan Sipedes (Sistem Persuratan Desa). Inovasi ini diarahkan untuk mendukung pengelolaan persuratan desa secara lebih praktis dan tertata melalui pemanfaatan teknologi.
Adapun dari Kecamatan Pagerbarang, salah satu inovasi yang dipresentasikan adalah Pemberdayaan Sampah Organik melalui Kompos Takakura. Inovasi ini memanfaatkan sampah organik rumah tangga untuk diolah menjadi kompos sehingga dapat mendukung pengurangan sampah sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat bagi lingkungan.

Dorong Inovasi yang Berkelanjutan
Pelaksanaan presentasi hasil inovasi desa ini menunjukkan bahwa program KKN tidak hanya berorientasi pada kegiatan pengabdian selama mahasiswa berada di desa, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Berbagai inovasi yang dipresentasikan memiliki karakteristik yang beragam, mulai dari pemanfaatan limbah pertanian dan sampah organik, pengembangan produk pangan, penguatan literasi dan budaya lokal, hingga pemanfaatan teknologi dalam administrasi desa.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan terkait. Dalam surat undangan Bapperida, penerima surat mencakup Bapperida Kabupaten Tegal, Rektor dan LPPM UMUS Brebes, sejumlah perangkat daerah, para camat, serta unsur peneliti, perekayasa, perencana, dan penelaah teknis kebijakan bidang riset dan inovasi daerah. Perwakilan dosen dan mahasiswa dari kelompok yang melakukan presentasi juga turut diundang.
Melalui kegiatan ini, hasil kreativitas mahasiswa KKN UMUS diharapkan tidak berhenti sebagai program selama masa pengabdian, tetapi dapat menjadi inspirasi dan dikembangkan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan serta potensi masing-masing desa.
