LPPM News, Brebes — Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) turut berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Transformasi Komoditas Unggulan Daerah Berbasis Perdesaan Menuju Ekonomi Hijau Bernilai Tambah Tinggi dengan Fokus Komoditas Bawang Merah” yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (15/7/2026).
Kegiatan berlangsung di Ruang Command Center Lantai 5 Kantor Pelayanan Terpadu (KPT), Jalan Proklamasi No. 77 Brebes, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, perbankan, penyuluh pertanian, hingga perwakilan kelompok tani bawang merah di Kabupaten Brebes.
UMUS Diwakili Kepala Pusat Penelitian
Dalam kesempatan tersebut, Elinda Umisara, M.Pd., selaku Kepala Pusat Penelitian UMUS, hadir mewakili tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMUS berdasarkan undangan resmi dari BRIDA Provinsi Jawa Tengah. FGD ini secara khusus membahas strategi pengembangan ekonomi hijau melalui optimalisasi potensi komoditas unggulan daerah, dengan bawang merah sebagai ikon pertanian Kabupaten Brebes menjadi fokus utama diskusi.
Pembahasan dalam forum ini menitikberatkan pada sejumlah aspek, di antaranya peningkatan nilai tambah komoditas, pengelolaan limbah pertanian, inovasi teknologi, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Beragam Inovasi Riset UMUS soal Bawang Merah
Pada forum tersebut, UMUS memaparkan sejumlah hasil penelitian yang telah dikembangkan melalui hibah pendanaan kompetitif nasional dan dinilai relevan dengan upaya pengembangan ekonomi hijau berbasis komoditas bawang merah. Beberapa inovasi yang dipresentasikan antara lain:
- Pengolahan bio-briket berbahan ampas kopi dan limbah bawang merah sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan
- Pemanfaatan limbah bawang merah menjadi kompos organik guna meningkatkan produktivitas dan hasil panen
- Pengembangan minuman kesehatan (powder drink) berbahan kulit bawang merah sebagai produk pangan fungsional
- Pemanfaatan bubuk bawang merah sebagai bahan pengawet alami pada mi basah untuk meningkatkan keamanan pangan
- Pengembangan aplikasi berbasis teknologi informasi untuk identifikasi penyakit tanaman bawang merah, yang mendukung penerapan pertanian presisi
- Penelitian fitokimia terhadap kandungan kulit bawang merah, yang menunjukkan potensinya sebagai bahan baku produk kesehatan dan pangan bernilai tambah
Rangkaian inovasi ini menunjukkan bahwa limbah dan bagian bawang merah yang selama ini kurang dimanfaatkan justru menyimpan potensi besar untuk diolah menjadi produk-produk bernilai ekonomi tinggi.
Peran Perguruan Tinggi dalam Hilirisasi Riset
Elinda Umisara, M.Pd. menyampaikan bahwa hasil-hasil penelitian yang dimiliki UMUS mencerminkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah berbasis riset dan inovasi.
“Bawang merah tidak hanya memiliki nilai ekonomi sebagai komoditas pertanian unggulan Brebes, tetapi juga menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk inovatif yang mendukung konsep ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi berbasis riset yang dapat dihilirisasikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Memperkuat Sinergi Multipihak
Melalui keikutsertaan dalam FGD ini, UMUS berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan komoditas bawang merah secara berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya transformasi ekonomi hijau, baik di Kabupaten Brebes maupun di lingkup yang lebih luas, Provinsi Jawa Tengah.
