KKN News

Mahasiswa KKN UMUS Luncurkan Inovasi Pembelajaran Berbasis Dongeng Lokal di Desa Margasari

LPPM News, Tegal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi menyelenggarakan workshop dan peluncuran inovasi pembelajaran berbasis dongeng anak di Balai Desa Margasari, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan tersebut mengusung semangat “Menggali Potensi Lokal, Menguatkan Literasi, dan Membangun Generasi Berkarakter.”

Workshop ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari hasil observasi mahasiswa KKN terhadap kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat Desa Margasari. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa desa tersebut memiliki kekayaan lingkungan, sosial, budaya, dan nilai kehidupan masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi sumber pembelajaran kontekstual bagi anak.

Kehidupan masyarakat di sekitar persawahan, budaya gotong royong, aktivitas keagamaan, hubungan sosial antarwarga, serta nilai kesopanan, kepedulian, tanggung jawab, dan kemandirian menjadi bagian dari potensi lokal yang dinilai penting untuk diperkenalkan kepada generasi muda.

Potensi tersebut kemudian dikembangkan menjadi dongeng anak berbasis kearifan lokal. Melalui penggunaan tokoh, latar tempat, peristiwa, bahasa, dan pesan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, anak-anak diharapkan dapat mengenali identitas desanya dengan cara yang menarik dan menyenangkan.

Dongeng tidak hanya diposisikan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca, menyimak, berbicara, berimajinasi, dan memahami nilai-nilai kehidupan. Pesan moral dalam cerita disampaikan melalui tindakan dan pengalaman para tokoh sehingga tidak hanya berbentuk nasihat secara langsung.

Materi utama dalam workshop disampaikan oleh Tika Ayu Pratiwi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhadi Setiabudi yang sedang melaksanakan KKN di Kecamatan Margasari. Materi yang dipaparkan berjudul “Pengembangan Dongeng Anak Berbasis Potensi Lokal Desa Margasari sebagai Penguatan Literasi dan Pelestarian Kearifan Lokal.”

Dalam pemaparannya, Tika menjelaskan bahwa pengembangan dongeng dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari menggali informasi mengenai potensi desa, menentukan nilai karakter yang akan disampaikan, mengembangkan tokoh dan alur cerita, menyusun naskah, melakukan validasi, hingga mengemas cerita menjadi buku dan media pembelajaran yang mudah digunakan oleh guru maupun anak-anak.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan KKN Universitas Muhadi Setiabudi, Robert Rizki Yono, M.Pd., yang sekaligus hadir sebagai pembicara utama atau keynote speaker. Kehadirannya memberikan penguatan mengenai pentingnya pengembangan inovasi pembelajaran yang bersumber dari potensi dan karakteristik lingkungan setempat.

Dari 15 peserta yang diundang, sebanyak delapan peserta hadir mengikuti kegiatan. Meskipun jumlah kehadiran belum mencapai keseluruhan undangan, pelaksanaan workshop berlangsung secara interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka dalam menyimak materi serta aktif mengajukan pertanyaan dan memberikan tanggapan selama sesi diskusi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dongeng berbasis potensi lokal tidak berhenti sebagai produk buku semata, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Inovasi tersebut juga diharapkan dapat membantu anak-anak mengenal kekayaan Desa Margasari sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan lingkungan tempat tinggalnya.

Workshop dan peluncuran ini menjadi salah satu upaya untuk membangun gerakan literasi yang kontekstual dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, guru, sekolah, keluarga, dan masyarakat, potensi lokal Desa Margasari diharapkan dapat terus didokumentasikan, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

← Kembali ke Berita