LPPM News, Brebes – Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap pelaksanaan KKN luar negeri yang berlangsung di Jepang dan Taiwan. Monev dilaksanakan secara daring sebagai bagian dari upaya memastikan program pengabdian mahasiswa di luar negeri berjalan sesuai dengan perencanaan dan tujuan yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan KKN luar negeri menjadi salah satu bentuk pengembangan program pengabdian UMUS dalam memberikan pengalaman internasional kepada mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu mengimplementasikan pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar beradaptasi dengan lingkungan sosial dan budaya yang berbeda.
Dalam kegiatan Monev, mahasiswa peserta KKN di Jepang dan Taiwan memaparkan perkembangan pelaksanaan program selama berada di lokasi masing-masing. Pemaparan difokuskan pada progres program kerja, kegiatan yang telah direalisasikan, capaian sementara, serta berbagai pengalaman dan tantangan yang ditemui selama menjalankan kegiatan di luar negeri.

Panitia KKN LPPM UMUS melakukan evaluasi terhadap setiap paparan untuk melihat kesesuaian antara rencana dan implementasi program. Evaluasi juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi mahasiswa sekaligus memberikan masukan agar program yang masih berjalan dapat diselesaikan secara optimal.
Meskipun dilaksanakan secara daring dan terpisah oleh jarak antarnegara, kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi pemaparan, evaluasi, dan diskusi. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan perkembangan kegiatan secara langsung sekaligus memperoleh arahan mengenai penyempurnaan pelaksanaan program hingga berakhirnya masa KKN.
Monitoring dan evaluasi juga menjadi instrumen bagi LPPM UMUS untuk memastikan bahwa pelaksanaan KKN luar negeri tetap memiliki orientasi akademik dan pengabdian yang kuat. Pengalaman internasional yang diperoleh mahasiswa diharapkan tidak sebatas pada mobilitas ke luar negeri, tetapi menghasilkan proses pembelajaran yang mampu meningkatkan kompetensi, kemandirian, kemampuan berkomunikasi, adaptasi lintas budaya, serta keterampilan menyelesaikan persoalan di lingkungan yang berbeda.
Pelaksanaan KKN di Jepang dan Taiwan sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif global melalui interaksi langsung dengan lingkungan internasional. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk memahami keberagaman budaya, pola kehidupan masyarakat, hingga praktik-praktik yang dapat memperkaya wawasan mahasiswa dan menjadi pembelajaran ketika kembali ke Indonesia.

Bagi UMUS, penyelenggaraan KKN luar negeri merupakan bagian dari upaya memperluas dimensi internasional dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program pengabdian tidak hanya diarahkan pada pemberian kontribusi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi wahana pembentukan mahasiswa yang adaptif, berwawasan global, dan mampu membawa identitas akademik UMUS dalam lingkungan internasional.
Melalui Monev KKN luar negeri 2026, LPPM UMUS berharap seluruh mahasiswa yang melaksanakan pengabdian di Jepang dan Taiwan dapat menyelesaikan program dengan baik serta menghasilkan pengalaman dan luaran yang memberikan nilai tambah bagi mahasiswa maupun institusi. Hasil evaluasi juga menjadi bahan penting bagi LPPM dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan KKN internasional pada periode berikutnya.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Muhadi Setiabudi dalam mengembangkan pengabdian kepada masyarakat yang semakin adaptif terhadap dinamika global. Dari Jepang dan Taiwan, mahasiswa KKN UMUS membawa semangat pengabdian melampaui batas geografis sekaligus memperkuat langkah universitas dalam membangun pengalaman akademik yang berorientasi internasional.
