News Penelitian

Riset Pendidikan Dasar Berbasis Literasi Digital Antar Dosen UMUS Raih Gelar Doktor

LPPM News, Yogyakarta – Prestasi akademik kembali diraih oleh sivitas akademika Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS). Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Atikah Mumpuni, M.Pd., berhasil menyelesaikan studi doktoralnya setelah mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor pada Program Studi S3 Pendidikan Dasar Universitas Negeri Yogyakarta.

Pada sidang tersebut, Atikah Mumpuni mempertahankan disertasi berjudul β€œPengembangan Model REAPQ (Read, Encode, Annotate, Ponder, Question) Berbantuan Teks Multimoda Interaktif dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar.” Keberhasilan ini menjadi capaian penting dalam perjalanan akademiknya sekaligus memperkuat kontribusi UMUS dalam pengembangan ilmu pendidikan dasar berbasis riset dan inovasi.

Penelitian yang dilakukan berfokus pada pengembangan model pembelajaran membaca pemahaman yang mengintegrasikan lima tahapan utama, yaitu membaca (read), mengodekan informasi (encode), memberikan anotasi (annotate), melakukan refleksi mendalam (ponder), dan menyusun pertanyaan kritis (question). Seluruh tahapan tersebut didukung oleh penggunaan teks multimoda interaktif yang memadukan berbagai bentuk representasi informasi, seperti teks, gambar, audio, dan media digital lainnya.

Model REAPQ dikembangkan sebagai respons terhadap tantangan pendidikan di era digital yang menuntut peserta didik memiliki kemampuan literasi yang lebih komprehensif. Pembelajaran tidak lagi berorientasi pada kemampuan membaca secara mekanis, tetapi diarahkan untuk meningkatkan kemampuan memahami, mengevaluasi, menginterpretasikan, dan mengonstruksi makna dari berbagai sumber informasi yang tersedia.

Dalam pemaparannya, Atikah Mumpuni menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah karakteristik peserta didik dan cara mereka berinteraksi dengan informasi. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu mengakomodasi kebutuhan generasi digital sekaligus mendorong pengembangan keterampilan berpikir kritis, reflektif, dan komunikatif sejak jenjang sekolah dasar.

Keberhasilan tersebut memperoleh apresiasi dari keluarga besar FKIP UMUS yang turut hadir dalam sidang terbuka. Dukungan diberikan langsung oleh Dekan FKIP UMUS, Didik Tri Setiyoko, M.Pd., serta Ketua Program Studi PGSD, Laelia Nurpratiwiningsih, M.Pd., yang selama ini aktif mendorong penguatan budaya akademik dan peningkatan kompetensi dosen melalui pendidikan lanjut serta aktivitas penelitian.

Menurut Didik Tri Setiyoko, pencapaian ini mencerminkan komitmen FKIP UMUS dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia akademik. Bertambahnya dosen berkualifikasi doktor diharapkan mampu memperkuat kapasitas institusi dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas, memperluas jejaring akademik, serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan nasional.

Sementara itu, Laelia Nurpratiwiningsih menilai bahwa hasil penelitian yang dikembangkan memiliki relevansi yang tinggi dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah dasar saat ini. Model REAPQ berbantuan teks multimoda interaktif dinilai berpotensi menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa, yang hingga kini masih menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan kualitas pendidikan di Indonesia.

Keberhasilan Atikah Mumpuni meraih gelar doktor tidak hanya menjadi pencapaian akademik individual, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kolektif UMUS dalam memperkuat budaya riset dan inovasi. Capaian ini diharapkan mampu menginspirasi dosen, mahasiswa, serta praktisi pendidikan untuk terus mengembangkan penelitian yang relevan dan berdampak bagi peningkatan mutu pendidikan.

Dengan bertambahnya sumber daya akademik berkualifikasi doktor, Universitas Muhadi Setiabudi semakin memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi pembelajaran, dan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia menuju terwujudnya generasi unggul di masa depan.

← Kembali ke Berita