LPPM News, Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) yang melaksanakan pengabdian di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, berpartisipasi dalam kegiatan penataan kawasan pesisir dan penanaman mangrove di kawasan wisata Pantai Imut Jongor (PIJ). Kegiatan ini merupakan implementasi nyata peran mahasiswa dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat pengembangan kawasan wisata berbasis ekologi.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian yang selaras dengan tema KKN UMUS 2026, yaitu βInovasi Berdampak Melalui Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal untuk Mewujudkan Masyarakat Mandiri.β Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menghadirkan kontribusi yang tidak hanya dirasakan selama masa KKN berlangsung, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi bersih-bersih kawasan pantai yang dilanjutkan dengan penanaman bibit mangrove pada sejumlah titik di wilayah pesisir. Upaya tersebut bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan pantai, mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir, sekaligus memperkuat daya tarik Pantai Imut Jongor sebagai destinasi wisata yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Himpunan Mahasiswa Hukum Tata Negara Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Pemerintah Desa, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), organisasi kemasyarakatan, serta Aliansi Peduli Lingkungan. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pelestarian lingkungan memerlukan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan masyarakat.
Koordinator Desa (Koordes) KKN UMUS Kecamatan Mundu, Sandi Saputra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keberlanjutan lingkungan pesisir sekaligus wujud implementasi pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pelestarian lingkungan. Kami berharap penataan kawasan pesisir dan penanaman mangrove dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pantai sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kawasan wisata dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UMUS Kecamatan Mundu, M. Erwin Dwi Lisyanto, M.M., mengapresiasi kolaborasi yang terbangun selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi bukti bahwa program pengabdian masyarakat akan memberikan dampak yang lebih luas apabila dilaksanakan secara kolaboratif.
“Mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja KKN, tetapi juga berperan sebagai katalisator yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu tujuan bersama, yaitu menjaga kelestarian lingkungan. Kolaborasi seperti ini menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Penanaman mangrove memiliki nilai strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain berfungsi mengurangi risiko abrasi pantai, mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai biota laut, membantu meningkatkan kualitas lingkungan, serta berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim melalui kemampuannya menyerap karbon.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMUS menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pemberdayaan sosial dan ekonomi, tetapi juga melalui aksi nyata dalam pelestarian lingkungan. Diharapkan, kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian kawasan pesisir serta mengembangkan potensi wisata berbasis lingkungan di Kabupaten Cirebon.
