LPPM News, Brebes – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes terus memperkuat perannya sebagai Kampus Berdampak melalui penyelenggaraan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 yang diikuti 271 mahasiswa. Kegiatan yang digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMUS Brebes di Aula UMUS, Rabu (25/6), menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian di Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Cirebon.
Mengusung tema “Inovasi Berdampak Melalui Digitalisasi dan Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal untuk Mewujudkan Masyarakat Mandiri,” pembekalan tahun ini menegaskan bahwa KKN tidak hanya menjadi implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, tetapi juga wahana penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UMUS Brebes, Dr. Moh. Toharudin, M.Pd., menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk memberikan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.
“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang belajar sekaligus ruang pengabdian. Jadilah agen perubahan yang mampu membangun kolaborasi, menjaga nama baik almamater, dan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pesannya.

Untuk memperkaya perspektif peserta, pembekalan menghadirkan sejumlah narasumber dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) yang dimoderatori oleh Kepala Bidang Riset dan Publikasi LPPM UMUS Brebes, Andi Yulianto, S.Si., M.M. Sesi ini menghadirkan Dwi Kusumayanti, S.K.M., M.K.M., Peneliti Ahli Muda Bapperida Kabupaten Cirebon, Nurul Hidayat, S.H., M.T., Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kabupaten Brebes, Sulistyaminah, S.Sos., M.E., Kepala Unit Penelitian dan Pengembangan Bapperida Kabupaten Pemalang, serta Dedi Surachman, M.T., Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kabupaten Tegal
Keempat narasumber membahas strategi pembangunan daerah, penguatan riset dan inovasi, serta pentingnya penyusunan program KKN yang berbasis data, potensi lokal, dan kebutuhan masyarakat. Melalui sesi diskusi tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari kebermanfaatan, keberlanjutan program, serta kemampuan membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Andi Yulianto, S.Si., M.M. juga memaparkan implementasi SMART-KKN, sebuah platform digital yang dikembangkan untuk mendukung transformasi tata kelola Kuliah Kerja Nyata yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel. Aplikasi ini mengintegrasikan seluruh proses pelaksanaan KKN, mulai dari penyusunan program kerja, pengisian logbook harian, unggah dokumentasi, pelaporan kegiatan, hingga monitoring dan evaluasi secara real-time oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Menurut Andi, kehadiran SMART-KKN merupakan salah satu inovasi UMUS dalam mendukung transformasi digital pengelolaan pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui SMART-KKN, proses pelaksanaan dan pelaporan KKN menjadi lebih mudah, cepat, transparan, dan terdokumentasi dengan baik. Selain memudahkan mahasiswa dan DPL, aplikasi ini juga menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan KKN pada tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Kepala LPPM UMUS Brebes, Dr. (Cand.) Prasetyo Yuli Kurniawan, M.Pd., mengapresiasi seluruh pihak, khususnya pemerintah daerah mitra, yang telah mendukung penyelenggaraan KKN Tahun 2026. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menghadirkan program pengabdian yang relevan dan berdampak.
“Kami berharap mahasiswa mampu menjadi mitra strategis masyarakat dengan mengoptimalkan potensi lokal, menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan wilayah, serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Kehadiran SMART-KKN juga menjadi bagian dari komitmen UMUS dalam menghadirkan tata kelola KKN yang modern, berbasis teknologi, dan selaras dengan semangat Kampus Berdampak,” ungkapnya.
Selama masa pengabdian, 271 mahasiswa UMUS akan melaksanakan berbagai program di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, kesehatan, lingkungan, penguatan UMKM, hingga digitalisasi desa sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah penempatan.
Melalui pembekalan ini, UMUS kembali menegaskan komitmennya sebagai Kampus Berdampak yang tidak hanya mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat. Dengan dukungan SMART-KKN dan kolaborasi bersama pemerintah daerah di Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Cirebon, pelaksanaan KKN 2026 diharapkan menjadi katalisator lahirnya inovasi dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
