LPPM News, Margasari, Tegal – Pergeseran gaya belajar generasi muda yang kian berorientasi pada konten audiovisual menuntut transformasi menyeluruh dalam penyampaian media edukasi tingkat dasar. Merespons tantangan zaman tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) menggelar program “Pendampingan Pembuatan Video Animasi 3D Berbasis Buku Dongeng Lokal sebagai Media Pembelajaran Interaktif”. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Margasari ini difokuskan pada pemanfaatan teknologi digitalisasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menciptakan bahan ajar yang relevan.
Program ini lahir dari keprihatinan atas mulai terpinggirkannya warisan kearifan lokal yang tersimpan dalam buku-buku cerita rakyat daerah. Narasi dongeng berbasis potensi lokal yang sarat akan nilai moral dan karakter kini menghadapi tantangan besar akibat kalah bersaing dengan media konvensional berbasis teks cetak serta gempuran konten digital global. Jika tidak segera diadopsi ke dalam media yang adaptif, kekayaan nilai budaya dan identitas historis daerah berisiko perlahan dilupakan oleh generasi penerus.
Teknologi animasi 3D dihadirkan sebagai jembatan inovatif untuk menghidupkan kembali cerita-cerita rakyat tersebut ke dalam format visual yang interaktif, menarik, dan dinamis. Namun, rumitnya alur produksi animasi serta terbatasnya keterampilan teknis yang dimiliki para pendidik maupun komunitas lokal kerap menjadi hambatan utama. Melalui terobosan integrasi tools AI, proses pembuatan karakter hingga perancangan adegan 3D kini dapat diakses dengan lebih mudah, praktis, dan efisien tanpa mengurangi esensi cerita.

Hadir sebagai pemateri utama, Siti Himatun Aliyah, mahasiswa KKN UMUS dari Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik. Dalam paparannya, Hima memberikan panduan teknis mengenai pemanfaatan teknologi AI untuk merancang animasi 3D, sekaligus membagikan strategi bagaimana mentransformasi ide-ide cerita lokal menjadi bahan ajar digital. Materi ini dirancang khusus untuk memantik kreativitas serta memberikan inspirasi baru bagi bapak dan ibu guru dalam mengembangkan potensi pembelajaran berbasis digitalisasi di sekolah.
Kegiatan pendampingan ini secara umum mengusung tiga misi strategis: modernisasi literasi lokal dengan mengemas cerita daerah ke dalam format digital kesukaan anak-anak, peningkatan kualitas media ajar visual yang interaktif untuk tingkat sekolah dasar, serta pemberdayaan sumber daya manusia melalui transfer keterampilan teknis software animasi 3D. Pendekatan terstruktur ini diharapkan mampu mendorong kemandirian para peserta dalam memproduksi media edukasi secara berkelanjutan.
Sepanjang acara berlangsung, suasana Balai Desa Margasari tampak dinamis dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang hadir. Salah satu peserta juga mengajak kolaborasi untuk pendampingan lebih lanjut . Hal ini terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab, di mana bapak dan ibu guru serta warga lokal antusias mendalami alur kerja pemanfaatan AI, cara menyelaraskan naskah dongeng dengan visual 3D, hingga solusi atas kendala teknis yang kerap dihadapi saat membuat media pembelajaran digital.
Turut hadir memantau langsung jalannya kegiatan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, Robert Rizki Yono. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif terapan yang dibawakan oleh mahasiswa KKN UMUS tersebut. Menurutnya, kolaborasi akademik ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat desa—khususnya para pendidik—agar siap menghadapi era digitalisasi pendidikan tanpa kehilangan akar budaya lokal.
