LPPM News, Tegal 18 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melaksanakan kegiatan Pendampingan UMKM di Desa Margasari untuk Meningkatkan Nilai Jual Produk melalui Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung Menjadi Briket dan Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) pada Sabtu (18/7/2026) di Balai Desa Margasari, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM dan masyarakat Desa Margasari.
Pelaksanaan kegiatan berawal dari hasil observasi lapangan yang dilakukan mahasiswa KKN di Desa Margasari. Berdasarkan hasil observasi, komoditas jagung merupakan salah satu hasil pertanian yang paling banyak dihasilkan oleh petani setempat. Namun, hasil wawancara dengan beberapa petani menunjukkan bahwa limbah tongkol jagung belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian besar tongkol jagung hanya dibuang atau dijual dengan harga sekitar Rp1.000 per karung.

Temuan tersebut diperkuat melalui wawancara dengan pelaku UMKM dan petani jagung yang mengungkapkan bahwa belum ada pemanfaatan tongkol jagung sebagai produk bernilai ekonomi. Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya potensi pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Muhadi Setiabudi menginisiasi kegiatan pendampingan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah limbah pertanian melalui inovasi produk briket arang sekaligus memberikan pemahaman mengenai perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pelaku UMKM dalam mengolah limbah tongkol jagung menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi serta memahami konsep HPP sebagai dasar dalam menentukan harga jual yang tepat.
Materi disampaikan oleh Izza Fujiarti, Mahasiswa Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhadi Setiabudi yang sedang melaksanakan KKN di Kecamatan Margasari. Dalam pemaparannya, Izza menjelaskan pentingnya meningkatkan nilai jual limbah tongkol jagung melalui pengolahan menjadi briket arang. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai tahapan pembuatan briket mulai dari proses pengarangan, penghalusan, pencampuran bahan perekat, pencetakan, hingga proses pengeringan. Selain itu, peserta memperoleh materi mengenai perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) sebagai landasan dalam menentukan harga jual sehingga produk yang dihasilkan mampu memberikan keuntungan bagi pelaku usaha.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab mengenai proses pembuatan briket maupun penerapan perhitungan HPP dalam usaha mereka.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Robert Rizki Yono, yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN. Kehadiran DPL diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan potensi lokal desa.
Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan limbah tongkol jagung yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai dapat diolah menjadi produk briket arang yang bernilai jual lebih tinggi. Selain itu, pemahaman mengenai perhitungan Harga Pokok Produksi diharapkan mampu membantu pelaku UMKM dalam menentukan harga jual secara lebih tepat sehingga dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha berbasis potensi lokal di Desa Margasari.
