KKN News

Mahasiswa KKN UMUS Edukasi Pemanfaatan Dongeng Berbasis Potensi Lokal sebagai Bahan Ajar SD di Desa Dukuh Tengah

LPPM News, Dukuh Tengah, 25 Juli 2026 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melaksanakan program kerja bertajuk Pemanfaatan Dongeng Berbasis Potensi Lokal Desa Dukuh Tengah sebagai Bahan Ajar di Sekolah Dasar. Kegiatan ini diikuti oleh 13 peserta yang terdiri dari unsur masyarakat dan pemerhati pendidikan.

Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan dasar dalam membentuk karakter, meningkatkan kemampuan literasi, serta menanamkan nilai-nilai budaya kepada peserta didik. Dongeng dipilih sebagai media pembelajaran karena mampu menyampaikan pesan moral, nilai sosial, serta kearifan lokal secara menarik dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Desa Dukuh Tengah memiliki beragam potensi lokal berupa cerita rakyat, sejarah desa, tradisi, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan ajar di sekolah dasar. Padahal, pembelajaran yang mengangkat lingkungan sekitar peserta didik dinilai lebih kontekstual sehingga mampu meningkatkan pemahaman sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memperkenalkan konsep penyusunan dan pemanfaatan dongeng berbasis potensi lokal sebagai inovasi bahan ajar yang selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka. Materi disampaikan oleh Arsyida Diva Salsabila, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhadi Setiabudi. Dalam pemaparannya, Arsyida menjelaskan mengenai penyusunan modul ajar serta pengembangan bahan ajar yang mengintegrasikan cerita-cerita lokal Desa Dukuh Tengah ke dalam proses pembelajaran di sekolah dasar.

Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi yang terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti sesi diskusi serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait penerapan dongeng berbasis potensi lokal dalam pembelajaran. Antusiasme tersebut menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat terhadap upaya pelestarian budaya lokal melalui dunia pendidikan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dosen Pembimbing Lapangan KKN, Robert Rizki Yono, yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program. Kehadiran dosen pembimbing diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan dunia pendidikan dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis potensi lokal.

Melalui program kerja ini diharapkan dapat dihasilkan bahan ajar berupa kumpulan dongeng berbasis potensi lokal Desa Dukuh Tengah yang dapat dimanfaatkan oleh guru sekolah dasar. Selain mendukung peningkatan literasi peserta didik, program ini juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai karakter, memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah, serta menjaga kelestarian warisan budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda.

← Kembali ke Berita