KKN News

LPPM UMUS Evaluasi Pelaksanaan KKN 2026 di Brebes dan Cirebon, Tim Monev dan Kepala Desa Soroti Sejumlah Hal

LPPM News – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 yang tersebar di sejumlah lokasi penempatan mahasiswa, meliputi Kecamatan Mundu, Kecamatan Babakan, dan Kecamatan Losari di Kabupaten Cirebon, serta Kecamatan Bulakamba, Kecamatan Brebes, dan Kecamatan Larangan di Kabupaten Brebes.

Kegiatan monev ini dihadiri langsung oleh Rektor dan Wakil Rektor UMUS, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari masing-masing kelompok, para kepala desa lokasi penempatan, serta seluruh mahasiswa peserta KKN di setiap kecamatan.

Bentuk Pengawasan Langsung terhadap Pelaksanaan Program

Monitoring dan evaluasi ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam pelaksanaan KKN 2026, yang bertujuan untuk memastikan program kerja yang telah disusun oleh masing-masing kelompok mahasiswa berjalan sesuai rencana, sekaligus menjadi sarana bagi pimpinan universitas untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi di lapangan.

Dalam kunjungan ke setiap kecamatan, Rektor dan Wakil Rektor UMUS berdialog langsung dengan mahasiswa untuk mendengarkan capaian program kerja yang telah dilaksanakan, kendala yang dihadapi selama masa penugasan, serta rencana tindak lanjut program hingga masa KKN berakhir. Kehadiran pimpinan universitas ini juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan moral bagi mahasiswa dalam menjalankan tugas pengabdian di tengah masyarakat.

Kritik dan Saran Membangun dari Tim Monev dan Kepala Desa

Dalam pelaksanaan monev di masing-masing kecamatan, tim monev bersama kepala desa turut memberikan sejumlah kritik dan saran atas progres pelaksanaan program KKN yang telah berjalan. Masukan ini disampaikan secara langsung dalam forum dialog bersama mahasiswa, sebagai bahan evaluasi agar program kerja yang tersisa dapat dilaksanakan dengan lebih optimal hingga masa penugasan berakhir.

Kritik dan saran yang disampaikan mencakup berbagai aspek, mulai dari kesesuaian program kerja dengan kebutuhan riil masyarakat desa, konsistensi pelaksanaan kegiatan, hingga pentingnya koordinasi yang lebih intensif antara mahasiswa dengan perangkat desa maupun tokoh masyarakat setempat. Masukan-masukan ini diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan bagi mahasiswa dalam menyempurnakan program kerja pada sisa waktu pelaksanaan KKN.

Sinergi bersama Perangkat Desa dan Dosen Pembimbing Lapangan

Selain dihadiri oleh unsur pimpinan universitas, kegiatan monev juga melibatkan para kepala desa di masing-masing lokasi penempatan. Kehadiran kepala desa menjadi bagian penting dalam evaluasi ini, mengingat merekalah yang paling memahami dinamika pelaksanaan program KKN di wilayah masing-masing, termasuk sejauh mana manfaat program dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) turut memberikan laporan perkembangan pelaksanaan program kerja dari kelompok yang didampinginya, sekaligus menyampaikan evaluasi terhadap capaian target maupun tantangan teknis yang dihadapi mahasiswa selama berada di lokasi.

Sebaran Lokasi KKN 2026

Pelaksanaan monev KKN 2026 ini dilakukan secara berjenjang di enam kecamatan yang tersebar di dua kabupaten, yaitu:

  • Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon
  • Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon
  • Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon
  • Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes
  • Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes
  • Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes

Sebaran lokasi ini menunjukkan luasnya jangkauan program KKN UMUS 2026, yang tidak hanya berfokus di wilayah Kabupaten Brebes sebagai basis utama universitas, tetapi juga menjangkau wilayah Kabupaten Cirebon sebagai upaya memperluas dampak pengabdian mahasiswa kepada masyarakat di kawasan yang lebih luas.

Harapan ke Depan

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, UMUS berharap seluruh kelompok KKN dapat menindaklanjuti kritik dan saran yang telah disampaikan, sehingga program kerja yang tersisa dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan kemitraan antara UMUS dengan pemerintah desa di wilayah-wilayah penempatan, sebagai bagian dari komitmen universitas dalam mendukung pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat.

← Kembali ke Berita