KKN News

Monitoring dan Evaluasi KKN UMUS 2026 Dorong Program Pengabdian yang Adaptif dan Berbasis Potensi Lokal di Kab. Tegal dan Pemalang

LPPM News, Pemalang – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di berbagai lokasi pengabdian mahasiswa yang tersebar di Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam memastikan setiap program KKN berjalan sesuai rencana, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta mendukung implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan.

Pelaksanaan monitoring dilaksanakan di enam kecamatan, meliputi Kecamatan Pagerbarang, Jatinegara, dan Margasari di Kabupaten Tegal, serta Kecamatan Bantarbolang, Warungpring, dan Moga di Kabupaten Pemalang. Melalui kegiatan ini, UMUS melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja mahasiswa sekaligus memberikan pendampingan untuk meningkatkan kualitas pengabdian yang dilaksanakan di masing-masing desa.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Muhadi Setiabudi yang terdiri atas Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, dan Wakil Rektor III, bersama Kepala Desa di setiap lokasi KKN, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta mahasiswa peserta KKN. Kehadiran pimpinan universitas menunjukkan perhatian institusi terhadap keberhasilan pelaksanaan KKN sebagai salah satu program strategis pengabdian kepada masyarakat.

 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor I, Dr. Moh. Toharudin, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bukan sekadar menjadi agenda penilaian terhadap pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), melainkan juga menjadi media refleksi untuk memastikan setiap program yang dijalankan mahasiswa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, KKN merupakan wadah implementasi ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam berbagai bentuk pengabdian yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan desa.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang erat antara mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat, dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) agar setiap program kerja dapat dilaksanakan secara efektif dan berkelanjutan. Melalui sinergi tersebut, diharapkan berbagai inovasi yang dihasilkan mahasiswa tidak berhenti pada masa pelaksanaan KKN, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat setelah kegiatan berakhir.

Lebih lanjut, Wakil Rektor I mengapresiasi dedikasi seluruh mahasiswa yang telah menunjukkan semangat, kreativitas, dan kepedulian dalam melaksanakan berbagai program pengabdian di Kabupaten Tegal maupun Kabupaten Pemalang. Ia berharap mahasiswa mampu memanfaatkan sisa waktu pelaksanaan KKN untuk menyempurnakan seluruh program yang telah direncanakan, mendokumentasikan setiap luaran kegiatan dengan baik, serta meninggalkan dampak positif yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sebagai wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam pelaksanaan Monev, setiap kelompok mahasiswa mempresentasikan perkembangan pelaksanaan program kerja yang telah dijalankan sejak diterjunkan ke lokasi KKN. Paparan tersebut mencakup capaian program unggulan kelompok, realisasi program individu, tingkat keterlibatan masyarakat, luaran yang telah dihasilkan, kendala yang dihadapi di lapangan, serta strategi yang akan dilakukan untuk menyelesaikan seluruh target kegiatan hingga akhir masa pengabdian.

Selain mendengarkan presentasi mahasiswa, tim monitoring juga melakukan diskusi bersama pemerintah desa dan Dosen Pembimbing Lapangan untuk memperoleh masukan mengenai efektivitas pelaksanaan program. Evaluasi tersebut diarahkan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat, memanfaatkan potensi lokal, serta memiliki peluang untuk terus dikembangkan setelah program KKN berakhir.

Melalui dialog yang berlangsung secara interaktif, mahasiswa memperoleh berbagai saran konstruktif mengenai penguatan inovasi program, peningkatan kolaborasi dengan pemerintah desa, serta strategi membangun keberlanjutan hasil pengabdian. Pendekatan evaluatif tersebut tidak hanya berfungsi sebagai instrumen penilaian, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, pemecahan masalah, dan pengelolaan program berbasis kebutuhan masyarakat.

Monitoring dan Evaluasi KKN juga menjadi momentum bagi UMUS untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik (best practices) yang telah dikembangkan oleh setiap kelompok. Berbagai inovasi yang muncul selama pelaksanaan KKN diharapkan dapat menjadi model pengabdian yang dapat direplikasi pada pelaksanaan KKN di masa mendatang, sehingga manfaat program semakin luas dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhadi Setiabudi kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program KKN yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal. Dengan monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara komprehensif, UMUS optimistis pelaksanaan KKN Tahun 2026 akan menghasilkan berbagai program yang berdampak, adaptif, dan berkelanjutan sesuai dengan semangat “Inovasi Berdampak Melalui Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal untuk Mewujudkan Masyarakat Mandiri.”

← Kembali ke Berita